Fungsi dan Masalah kulup panjang

Gejala Penyebab Pengobatan Konsultasi

Apa Fungsi dan Masalah kulup panjang ? 

Kulup panjang adalah suatu keadaan dimana ujung penis tertutup sepenuhnya dengan kulup saat tidak ereksi. Pria yang mengidap kulup terlalu panjang cenderung bagi memainkan kulup penisnya, di dalam saat yang bersamaan rentan terhadap masturbasi pada pria yang telah dewasa serta ini akan mengganggu pertumbuhan penis. Kulup yang terlampau panjang tidak bisa dikategorikan sebagai penyakit, tapi adalah kekurangan bawaan (cacat bawaan).

Fungsi kulup panjang, ialah :

Ada segenap fungsi diketahui, yang digambarkan sebagai berikut:

  1. Pengembangan jaringan mukosa yang menutupi ujung penis dan lapisan di dalam kulup.
  2. Untuk melindungi organ bayi dari efek merusak dari amonia dan kotoran.
  3. Untuk berperan sebagai pelindung terhadap gesekan.
  4. Untuk dapat menjaga kelenjar agar tidak mengering melalui produksi emolien alami (pelembab kulit).
  5. Sebagai pelumas alami dan menghasilkan pelindung seperti lilin untuk glans
  6. Untuk dapat memberikan atau memfasilitasi masturbasi.
  7. Untuk membantu foreplay dan penetrasi.
  8. Untuk menstimulasi G-spot pasangan seksual.
  9. Untuk memberikan perasaan kenikmatan seksual melalui segenap besar reseptor erotis.

Ciri-ciri dari pada kulup panjang adalah :

  1. Pada saat ditarik kebelakang ujung penis maupun glans penis atau kepala penis tidak terlihat.
  2. Ada bintik-bintik keputihan pada penis.
  3. Berbau jika personal hygient yang kurang.
  4. Lebih memiliki sensitivitas.

Masalah kulup terlalu panjang

Benar bahwa kulup lebih kompleks daripada yang umumnya dipercaya, dan dengan demikian, jadi rentan terhadap sejumlah perkara yang dapat menyebabkan sakit dan ketidaknyamanan serta mengganggu fungsi seksual serta kenikmatan seks.

Beberapa masalah yang lebih umum yang mempengaruhi kulup panjang meliputi:

  1. Balanitis - infeksi kepala serta kulup, yang dapat mengakibatkan pembengkakan, gatal dan terbakar, pengeluaran cairan yang aroma, dan hubungan seksual yang menyakitkan.
  2. Phimosis - hal ini terjadi ketika kulup terlalu ketat untuk dapat ditarik kembali ke atas kepada kepala penis dengan mudah. Penyakit Phimosis bisa menyakitkan, dan tampaknya mengganggu kemampuan untuk melancarkan hubungan. Peregangan kulup untuk waktu ke waktu, dengan bantuan pelembab lembut, meraih membantu untuk meringankan hal ini.
  3. Paraphimosis - menyerupai dengan phimosis, paraphimosis merujuk pada kondisi dimana kulup dapat ditarik kembali, namun kemudian mengencang di puncak penis dan tidak meraih ditarik kembali ke arah kepala penis.

Karena ini dapat membatasi haluan darah ke penis, biasanya diperlakukan sebagai masalah perawatan mendesak. Menjaga kulup yang normal amatlah penting untuk kelangsungan dan penunjang kesehatan anda.

Segera konsultasi online Free dengan Dokter Klinik Apollo!!!!.