Gejala Penyakit Gonore

Gejala Penyebab Pengobatan Konsultasi

Apa yang dimaksud penyakit gonore?

Gonore atau kencing nanah merupakan penyakit menular seksual yang kerap kali menjadi ancaman bagi pelaku seksual baik pria maupun wanita. Gejala penyakit gonore biasanya akan menyerang dan mengganggu fungsi organ-organ tubuh seperti vagina, saluran reproduksi, uretra, serviks, mata, dan tenggorokan. Jika penyakit ini tidak segera diobati, penderita bisa mengalami berbagai gangguan lain yang lebih serius hingga komplikasi.

 

Gejala penyakit gonore

Gejala penyakit gonore seringkali sulit dikenali. Namun jika gejalanya muncul, penyakit gonore bisa berdampak pada organ-organ tubuh selain sistem reproduksi. Gejala penyakit gonore biasanya akan dirasakan sekitar 10 hari, namun hal ini tidak sama bagi setiap penderita, dan bahkan kadang tidak muncul hingga hitungan bulan setelah terinfeksi.

Gejala penyakit gonore yang sering ditemukan pada penderitanya antara lain :

  • Keluar cairan mirip nanah yang berwarna putih susu, kekuningan atau hijau dari alat kelamin vagina atau penis
  • Buang air kecil terasa perih dan sakit, diikuti dengan frekuensi yang lebih sering setiap harinya walaupun jumlahnya sedikit-sedikit
  • Rasa sakit pada testis
  • Pembengkakan pada kulup
  • Pembengkakan pada vulva
  • Bagi wanita yang terinfeksi gonore, akan mengalami gejala seperti demam, menstruasi yang lebih berat, dan pendarahan usai melakukan hubungan seksual
  • Jika sperma yang terinfeksi bakteri gonore mengenai mata, bisa menyebabkan konjungtivis. Akibatnya mata akan mengeluarkan cairan, iritasi dan terasa sakit
  • Jika bakteri penyakit gonore menyerang dubur, bisa menyebabkan keluarnya cairan, rasa sakit pada saat buang air besar

 

Gejala penyakit gonore dari ibu ke bayi

Selain menular melalui hubungan seksual, bakteri gonore juga bisa berpindah dari ibu hamil yang terinfeksi gonore kepada bayi dalam kandungannya. Perpindahan bakteri ini biasanya akan terjadi saat proses kelahiran.

Gejala penyakit gonore pada bayi bisa dilihat dari matanya, dan biasanya muncul pada dua pekan pertama setelah bayi lahir. Mata bayi yang terinfeksi gonore akan memerah, bengkak, serta mengeluarkan cairan yang kental seperti nanah.

 

Penyakit gonore bisa berbahaya jika tidak diobati

Jika Anda mengalami gejala penyakit gonore dan membiarkannya begitu saja tanpa pengobatan, maka infeksi akan terus berkembang dan bahkan akan ada kemungkinan terjadi bahaya komplikasi yang serius, serta berdampak pada kesuburan diri Anda.

Anda bahkan disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika merasa memiliki risiko terinfeksi gonore dari orang lain walau tidak menunjukkan gejala yang jelas atau gejala telah hilang dengan sendirinya.

 

Diagnosa dan pengobatan penyakit gonore

Hal pertama yang perlu Anda lakukan untuk mengetahui apakah Anda terinfeksi gonore adalah dengan memeriksakan diri ke dokter atau ahli medis. Jangan tunda untuk memeriksakan diri jika Anda memiliki risiko atau pasangan Anda terjangkit gonore dan penyakit menular seksual lainnya.

Pemeriksaan untuk mendiagnosa gejala penyakit gonore dilakukan dengan beberapa tes seperti:

  • Pengambilan sampel cairan tubuh (dari penis, vagina, dubur, uretra, atau tenggorokan)
  • Tes urine / tes darah
  • Tes penyakit menular seksual lainnya

Sementara untuk pengobatan gonore, hal yang paling sering dilakukan oleh dokter adalah dengan suntikan antibiotik biasanya dari paha atau bokong, dan diikuti dengan satu tablet antibiotik. Jika Anda tidak menginginkan pengobatan gonore dengan suntikan, biasanya dokter akan menggantinya dengan tablet antibiotik lain dan didukung dengan terapi obat-obatan lainnya.