Sifilis ( Raja Singa )

Gejala Penyebab Pengobatan Konsultasi

Apa itu penyakit Sifilis ( Raja Singa ) ?

Sifilis atau Penyakit raja singa adalah satu nama penyakit yang sering di temui di dunia kedokteran, penyakit ini memang penyakit yang menakutkan bagi penderitanya dan sulit untuk di obati, banyak orang-orang yang telah mengeluarkan uang yang cukup besar untuk pengobatan penyakit ini dan belum juga sembuh. Sifilis adalah penyakit menular seksual serius dengan efek drastis. Semua ulkus genital yang tidak terdiagnosis dianggap sifilis sampai terbukti sebaliknya.  Sifilis disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Treponema memasuki tubuh melalui abrasi saat berhubungan seks. Hal ini menyebabkan pemusnahan arteri kecil, yang merupakan dasar untuk semua gejala. Hal ini sering terjadi antara homo seksual.

SifilisGejala penyakit sifilis berlangsung 3-4 minggu, kadang-kadang sampai 13 minggu. Kemudian timbul benjolan di sekitar alat kelamin. Kadang-kadang disertai pusing-pusing dan nyeri tulang seperti flu, yang akan hilang sendiri tanpa diobati. Ada bercak kemerahan pada tubuh sekitar 6-12 minggu setelah hubungan seks. Gejala ini akan hilang dengan sendirinya dan seringkali penderita tidak memperhatikan hal ini. Selama 2-3 tahun pertama penyakit menular seksual ini tidak menunjukkan gejala apa-apa, atau disebut masa laten. Setelah 5-10 tahun penyakit sifilis akan menyerang susunan syaraf otak, pembuluh darah dan jantung. Pada perempuan hamil sifilis dapat ditularkan kepada bayi yang dikandungnya dan bisa lahir dengan kerusakan kulit, hati, limpa dan keterbelakangan mental.

Bagaimana ciri-ciri lainnya pada Penyakit Sifilis (Raja Singa) Selain Luka Lecet ?

Sifilis atau sering disebut dengan Raja Singa sering ditandai dengan adanya luka lecet pada bagian alat vital atau kelamin baik pada kepala penis atau bibir vagina. Luka lecet tersebut pada beberapa kasus disertai dengan rasa panas terbakar dialat kelamin ada juga yang tidak sama sekali merasakan apapun. Ciri-ciri awal gejala sifilis adalah sebagai berikut: terjadi benjolan di sekitar alat kelamin, kadang disertai juga dengan pusing-pusing dan nyeri tulang seperti flu yang akan hilang sendiri tanpa diobati, ada bercak kemerahan pada tubuh sekitar 6-12 minggu setelah berhubungan seks. " Jika keluhan tersebut berlanjut silakan periksakan diri anda ke Dokter Spesialis Kulit Kelamin kami agar gejala serta penyebabnya bisa segera ditemukan dan diatasi ".

Apa penyebab terjadi penyakit Sifilis (Raja Singa) ?

Raja singa merupakan infeksi kronik menular yang disebabkan oleh bakteri troponema pallidum, menginfeksi dan masuk ke tubuh penderita kemudian merusaknya.Bakteri ini berbentuk spiral berwarna putih dan lekas mati jika berada diluar tubuh manusia. Penularannya sebagian besar terjadi melalui hubungan kelamin, karena itu berhubungan seksual merupakan salah satu penyebab sifilis menyebar dilingkungan para pekerja seks komersial.

Banyak dari para penderita sifilis yang tidak menyadari jika mereka terkena sifilis dan karena itu mereka tidak mendapat pengobatan yang baik. Infeksi terutama didapat apabila ada kontak langsung dengan luka terbuka sifilis yang sedang aktif. Sifilis mempunyai beberapa stadium infeksi. Setelah terinfeksi dengan sifilis, ada masa inkubasi, yaitu masa sampai sebelum timbulnya gejala luka terbuka yang disebut ”chancre” sekitar 9-90 hari, umumnya rata-rata saat 21 hari sudah terlihat. Raja singa hanya menular antar manusia melalui kontak seksual, atau Ibu kepada bayinya. Raja singa menular melalui Penis, vagina, anus, mulut, transfusi dan ibu hamil kepada bayinya.

" Anda tidak usah cemas dan pusing memikirkan bagaimana cara mengobati sipilis karena Di Klinik Apollo Menyediakan pengobatan medis yang menggunakan alat modern bertaraf internasional dan tenaga ahli yang profesional."

Bagaimana cara penularan penyakit Sifilis (Raja Singa) ?

Berikut adalah cara penularan penyakit raja singa yang paling sering terjadi dan tanpa anda sadari :

  • Menggunakan jarum suntik bekas dari orang yang positif meiliki penyakit raja singa.
  • Bak panas, atau berbagi alat makan ataupun pakaian dengan pendertia penyakit raja singa.
  • Transfusi darah yang terinfeksi penyakit raja singa
  • Melalui hubungan langsung kontak dekat dengan lesi aktif (seperti selama berciuman dengan pasangan)
  • Dapat melalui ibu yang terinfeksi kepada bayi dalam kandungan selama masa kehamilan atau persalinan.

Bagaiamana tanda-tanda dan gejala dari penyakit Sifilis (Raja Singa) ?

Tanda-tanda penyakit Penyakit Sifilis (Raja Singa) pada pria antara lain :

  • Keluarnya cairan atu kotoran dari penis pada laki-laki.
  • Nyeri selama hubungan seksual atu pada saat buang air kecil.
  • Kerongkongan terasa sakit atau ada luka kerongkongan pada orang-orang dengan oral sex.
  • Nyeri pada daerah sekitar anus pada orang-orang dengan anal sex.
  • Luka memerah tanpa rasa sakit pada daerah kelamin, anus, kerongkongan dan atau lidah.
  • Bintik merah pada kulit dan bersisik pada telapak tangan dan telapak kaki.
  • Urine atau air kencing berwarna gelap, feses berwarna terang, mata dan kulit berwarna kuning.
  • Timbul lepuh kecil pada daerah kelamin yang berubah menjadi koreng (kerak kering pd luka).
  • Pembengkakan pada kelenjar limfe, demam dan nyeri atau rasa sakit pada seluruh tubuh.
  • Gejala infeksi yang aneh, lelah yang tidak dapat dijelaskan mengapa, keringat malam, berat badan menurun.

Tanda-tanda penyakit sifilis (Raja Singa) pada wanita antara lain :

  • Keluarnya cairan yang tidak normal dari saluran kencing dan atau liang senggama ( Keputihan yang banyak, berbau amis, berwarna putih kehijauan ).
  • Rasa nyeri ketika kencing atau saat berhubungan seksual.
  • Rasa gatal di alat kelamin atau sekitarnya.
  • Adanya Lecet, luka kecil ( kadang ada yang tidak terasa sakit ) yang disertai dengan pembengkakan kelenjar getah bening.
  • Adanya perubahan warna kulit dan mata.
  • Pada wanita, penyakit ini tidak menunjukkan gejala yang jelas atau bahkan tidak mengalami keluhan sama sekali, sehingga wanita mudah menjadi sumber penularan.
  • Komplikasi berupa bartolitis, yaitu membengkaknya kelenjar Bartholin sehingga penderita susah jalan karena nyeri.
  • Komplikasi dapat ke atas menyebabkan kemandulan, jika ke rongga perut menyebabkan radang di perut dan usus.
  • Selain itu baik pada wanita atau pria dapat terjadi infeksi sistemik ( seluruh tubuh) ke sendi, jantung, selaput otak dan lain-lain.
  • Pada ibu hamil, bila tidak diobati, saat melahirkan mata bayi dapat terinfeksi, bila tidak cepat ditangani dapat menyebabkan kebutaan.

Apa bahayanya jika penyakit Sifilis (Raja Singa) tidak segera diobati ?

Penyakit Sifilis (Raja Singa) tanpa pengobatan sangat disayangkan, ketika muncul gejala tidak ada pengobatan setelah terinfeksi hal yang dikhawatirkan adalah virus akan berkembang dan terjadi komplikasi yang dikenal sebagai fase tersier atau terlambat . Dalam tahap ini , bakteri dapat merusak jantung, mata , otak , sistem saraf , tulang , sendi , atau hampir semua bagian lain dari tubuh. Kerusakan ini dapat terjadi bertahun-tahun atau bahkan puluhan tahun setelah tahap primer. Sifilis terlambat dapat menyebabkan penyakit mental , kebutaan, tuli , kehilangan memori atau masalah neurologis lainnya , penyakit jantung , bahkan sampai kematian.

Bagaimana cara mengobati penyakit Sifilis (Raja Singa) ?

Penyakit Sifilis (Raja Singa) bisa disembuhkan dan termasuk mudah dalam penanganannya asalkan mendapat perawatan yang cepat, tepat dan tidak terlambat. Jika anda mengidentifikasi gejala-gejala Penyakit Sifilis (Raja Singa) seperti yang disebutkan diatas segeralah berobat dan konsultasi dengan dokter ahli penyakit kulit dan kelamin.

" Diagnosis dan pengobatan penyakit Sifilis (Raja Singa) didasarkan pada hasil pemeriksaan penunjang. Maka dari itu jika keluhan tersebut berlanjut silahkan segera periksakan diri anda ke Klinik Apollo. Karena Klinik Apollo Menyediakan pengobatan medis yang menggunakan alat modern bertaraf internasional dan tenaga ahli yang profesional. Dokter Spesialis Kulit Kelamin kami agar gejala serta penyebabnya bisa segera ditemukan dan diatasi."

Jangan mengulur waktu dan jangan terlalu percaya dengan pengobatan herbal yang belum tentu terbukti. Kemudian anda harus kembali memeriksa kondisi penyakit anda ke dokter yang sama, lama masa pengobatan tergantung pada kondisi penyakit pasien.

" Jika anda mengalami keluhan diatas, untuk informasi lebih lanjut dan jelas silahkan konsultasi langsung dengan kami di klik chat " KONSULTASI DOKTER ONLINE" dibawah ini atau bisa dengan menghubungi kami secara langsung via SMS ataupun Telepon. Terima kasih. "