Ini 5 Penyebab Stroke Hemoragik yang Wajib Diwaspadai

By Published On: Agustus 29th, 2025Views: 8
Ini 5 Penyebab Stroke Hemoragik yang Wajib Diwaspadai

Griya Sehat Ben Yuan Dao, Jakarta – Penyebab stroke hemoragik merupakan aspek penting yang perlu dipahami secara mendalam.

Stroke hemoragik terjadi ketika pembuluh darah pada otak pecah, sehingga darah bocor ke jaringan otak dan menyebabkan kerusakan.

Untuk mencegah atau menurunkan risiko terjadinya stroke hemoragik, penting bagi masyarakat untuk mengenali faktor-faktor penyebabnya.

Dengan memahami apa saja penyebab utamanya, individu dapat lebih waspada dan mengambil langkah preventif yang tepat.

Berikut ini adalah lima penyebab stroke hemoragik yang wajib diwaspadai oleh semua kalangan, terutama mereka yang memiliki faktor risiko tertentu.

Baca Juga: Waspadai 5 Gejala Stroke Ringan Ini Sebelum Terlambat

1. Hipertensi Kronis (Tekanan Darah Tinggi)

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah penyebab utama stroke hemoragik. Tekanan darah yang terlalu tinggi secara terus-menerus dapat melemahkan dinding pembuluh darah di otak, sehingga meningkatkan risiko pecahnya pembuluh tersebut.

Dalam jangka panjang, tekanan darah yang tidak terkendali akan menciptakan tekanan luar biasa pada arteri otak, yang akhirnya dapat memicu perdarahan.

Banyak kasus stroke hemoragik terjadi pada pasien yang tidak menyadari bahwa mereka mengidap hipertensi, atau mengabaikan pengobatan dan pengelolaan tekanan darah secara teratur.

Oleh karena itu, deteksi dini dan pengendalian tekanan darah melalui pola makan sehat, olahraga, dan pengobatan sangat krusial.

Baca Juga: 5 Aktivitas Fisik untuk Cegah Stroke yang Terbukti Efektif, Simak!

2. Aneurisma Otak

Aneurisma otak adalah kondisi ketika terjadi pelebaran atau penonjolan pada dinding pembuluh darah di otak.

Jika aneurisma ini pecah, maka darah akan keluar dan memenuhi jaringan otak sekitarnya, menyebabkan stroke hemoragik.

Pecahnya aneurisma sering kali terjadi secara tiba-tiba, dan dapat mengakibatkan kerusakan otak yang parah atau bahkan kematian dalam waktu singkat.

Aneurisma bisa disebabkan oleh faktor genetik, tekanan darah tinggi, cedera kepala, atau kelainan pembuluh darah bawaan.

Beberapa orang tidak menyadari keberadaan aneurisma sampai kondisinya menjadi gawat.

Oleh karena itu, bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga aneurisma atau stroke, penting untuk menjalani pemeriksaan pencitraan otak secara berkala.

3. Cedera Kepala Berat

Trauma atau cedera kepala yang parah dapat menyebabkan pembuluh darah di otak pecah, yang kemudian memicu terjadinya stroke hemoragik.

Kondisi ini umum ditemukan pada kecelakaan lalu lintas, jatuh dari ketinggian, atau aktivitas olahraga berat yang tidak menggunakan pelindung kepala.

Meskipun stroke hemoragik akibat trauma lebih sering terjadi pada kelompok usia muda, lansia juga rentan terhadap cedera kepala ringan yang berdampak besar.

Penggunaan helm saat berkendara dan pelindung kepala saat berolahraga adalah bentuk pencegahan sederhana namun sangat penting.

Baca Juga: 5 Mitos Penanganan Stroke yang Bisa Berakibat Fatal, Baca!

4. Kelainan Pembuluh Darah (Malformasi Arteri-Vena)

Malformasi arteri-vena (AVM) adalah kelainan bawaan dimana pembuluh darah arteri dan vena di otak terhubung secara abnormal tanpa adanya kapiler di antaranya.

Hal ini menyebabkan aliran darah menjadi tidak stabil dan meningkatkan tekanan pada dinding pembuluh darah. Akibatnya, pembuluh tersebut bisa pecah dan menyebabkan perdarahan di otak.

AVM sering tidak menimbulkan gejala hingga terjadi perdarahan. Namun, dalam beberapa kasus, pasien mungkin mengalami sakit kepala berulang, kejang, atau gangguan neurologis lainnya. Pemeriksaan dengan MRI atau CT scan dapat membantu mendeteksi kelainan ini sebelum menimbulkan komplikasi serius.

5. Gangguan Pembekuan Darah dan Penggunaan Obat Antikoagulan

Penderita gangguan pembekuan darah atau mereka yang mengkonsumsi obat pengencer darah (antikoagulan) juga memiliki risiko tinggi mengalami stroke hemoragik.

Obat-obatan seperti warfarin atau heparin yang digunakan untuk mencegah pembekuan darah berlebihan, dapat meningkatkan risiko perdarahan apabila tidak dikontrol dengan baik.

Penggunaan antikoagulan biasanya diresepkan untuk pasien dengan kondisi tertentu seperti fibrilasi atrium atau setelah pemasangan ring jantung.

Oleh karena itu, pasien harus melakukan pemantauan rutin dan konsultasi medis berkala untuk memastikan kadar obat dalam darah tetap aman.

Baca Juga: Waspadai! Ini 7 Tanda Stroke Ringan yang Sering Diabaikan

Temukan Solusi Alami di Griya Sehat Ben Yuan Dao

Griya Sehat Ben Yuan Dao hadir sebagai tempat yang mengutamakan pendekatan yang sangat alami dan holistik untuk kesehatan Anda.

Di Griya Sehat Ben Yuan Dao, kami menawarkan terapi tradisional yang telah teruji selama berabad-abad, seperti akupunktur, ramuan herbal, bekam, gua sha dan terapi energi.

Dengan dukungan sinshe yang berpengalaman dan metode terapi yang sudah terbukti efektif, kami siap membantu Anda mencapai kesehatan optimal secara menyeluruh.

Segera berkonsultasi atau hubungi kami secara online via Chat Whatsapp dan rasakan manfaat dari pengobatan alami yang aman dan menyegarkan!

Artikel Terbaru